Inventarisasi Klon Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Di Empat Wilayah Provinsi Lampung

  • Firmansyah Kotto Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Erwin Yuliadi Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Kukuh Setiawan Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • M. Syamsoel Hadi Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
Keywords: inventarisasi, karakteristik agronomi, klon, pemuliaan ubi kayu, plasma nutfah

Abstract

Inventarisasi adalah kegiatan pengumpulan plasma nutfah dari genotipe klon- klon ubi kayu di wilayah Provinsi Lampung . Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mendeskripsikan karakteristik agronomi klon ubi kayu yang terdapat di empat wilayah Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan pada awal  November 2018 sampai dengan akhir Juni 2019 di empat wilayah Provinsi Lampung yaitu Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan Lampung Timur. Penelitian menggunakan metode judgemental sampling sebagai penetapan wilayah survei serta sampel tanaman dan  metode accidental sampling sebagai penentuan petani yang dijadikan sumber data ataupun informasi. Klon ubi kayu Mantri, Roti, Garuda, NN-1, UJ3, UJ5, Klenteng, BW1, Bayeman, Ketan, Melati, Mentega, Kuning, Manggu, Melati, Buto Ijo, Manalagi ,yang ditemukan telah dilakukan inventarisasi dan karakterisasi. Hasil karakterisasi pada setiap klon yang dtemukan di empat wilayah Provinsi Lampung  terdapat perbedaan karakteristik agronomi yang meliputi karakteristik kualitatif yaitu perbedaan warna pucuk daun, tangkai daun, daun, batang, korteks batang, kulit ubi, korteks ubi, daging ubi dan bentuk ubi. Sedangkan karakter kuantitatif terdapat perbedaan jumlah lobus berjumlah 6- 9 lobus, tinggi tanaman terkecil pada klon UJ5 Lampung Selatan sebesar 94 cm dan  terbesar pada klon Roti di Bandar Lampung sebesar 315 cm, diameter batang terkecil pada klon Klenteng di Lampung Selatan sebesar 1,33 cm dan terbesar 3,15 cm pada klon Melati Lampung Timur, kadar pati terkecil pada klon Manalagi di Lampung Timur sebesar 7,71% dan terbesar pada klon Manggu di Lampung Timur sebesar 19,47%  dan kadar asam sianida terkecil pada klon Mentega di Lampung Selatan sebesar 5,4 ppm dan terbesar pada klon Buto Ijo di Lampung Timur sebesar 41,8 ppm.

References

Badan Pusat Statistik (BPS). 2018. Produksi Ubi Kayu Menurut Provinsi (ton), 1993-2015. https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/880. Diakses 10 Maret 2019.
Carsono, N. 2008. Peran Pemuliaan Tanaman dalam Meningkatkan Produksi Pertanian di Indonesia. http://Indoplasma.or.id/. Diakses 26 Maret 2019.
CIAT. 2005. 1. Description of Cassava as a Crop. Report for the 2005 CCER Project IP3 Output 1-2 : Improving Cassava for the Developing World. http://www.ciat.cgiar.org/. Diakses 8 Maret 2019.
Dinas Pertanian. 2006. Direktorat Jendral Bina Produksi Tanaman Pangan. Direktorat Kacang-kacangan dan Ubi-ubian. Jakarta. Hlm 116-148.
Fauzi, M., Kardhinata, E.H., Putri, L.A.P. 2015. Identifikasi dan inventarisasi genotip tanaman ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) di Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Jurnal Online Agroekoteknologi 3 (3): 1082-1088.
Firdaus, N. R., P.K. Dewihayati, dan Yusniwati. 2016. Karakterisasi Fenotipik Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Lokal Sumatera Barat. Jurnal Agroteknologi 10 (1) :113.
Fiska, A. M. 2019. Uji Daya Hasil dan Deskripsi 15 Klon Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) di Desa Muara Putih Natar Lampung Selatan. Skripsi Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Lampung.
Fukuda, W. M.G., C. L. Guevara, R. Kawuki, dan M. E. Ferguson. 2010. Selected Morphological and Agronomic Descriptors for the Characterization of Cassava. International Institute of Tropical Agriculture (IITA). Ibadan. Nigeria.
Lestari. 2014. Pelestarian plasma nutfah ubi kayu lokal bangka sebagai diversifikasi pangan lokal. Enviagro: Jurnal Pertanian dan Lingkungan 7 (2) : 1-42.
Mangoendidjojo, W. 2003. Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius. Yogyakarta. 182 hlm.
Purwono. 2009. Budidaya 8 Jenis Tanaman Unggul. Jakarta : Penebar Swadaya.
Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. 2017. Ragam Ubi Kayu dan Pemanfaatanya.http://www.biotek.lipi.go.id/. Diakses pada tanggal 21 Juli 2019.
Rosyadi, M., Toekidjo dan Supriyanta. 2014. Karakterisasi ubi kayu lokal (Manihot utilissima L.) Gunung Kidul. Vegetalika 3 (2): 59 – 71.
Sitompul, S. M. dan Guritno, B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. UGM Press: Yogyakarta. Hlm 409- 412.
Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta. 72 hlm.
Syukur, M., Sujiprihati, dan Yunianti. 2012. Teknik Pemuliaan Tanaman. Penebar Swadaya. Jakarta. 348 hlm.
Tjitrosoepomo, G. 2005. Keanekaragaman Jenis dan Sumber Plasma Nutfah Ubi Jalar (Ipomea batatas L.) di Indonesia. Gajah Mada University press, Yogyakarta.
Utomo, S. D., A. M. Fiska, I. N. Jinggan, A. Edy, K. Setiawan, Sunyoto. 2019. Produksi 23 Klon Singkong Di Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Journal of Tropical Upland Resources 2 (1): 77-84.
Wargiono. 1979. Ubikayu dan Cara Bercocok Tanamnya. Lembaga Pusat
Penelitian Pertanian Bogor. Bogor. Hlm 12-26.
Yuniarti. 2011. Inventaris dan Karakteristik Morfologi Tanaman Durian (Durio zibthinus Murr) Di Kabupaten Tanah Datar. Skripsi FMIPA Biologi. Universitas Sriwijaya.
Yuningsih. 2009. Perlakuan penurunan kand¬ungan sianida ubi kayu untuk pakan ternak. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 28(1):58-61.
Zuraida, N. 2010. Karakterisasi Beberapa Sifat Kualitatif dan Kuantitatif Plasma Nutfah Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz). Buletin Plasma Nutfah. 16(1).49-56.
Published
2020-11-08